Konsentrasi Keahlian - Teknik Pemesinan
Kurikulum konsentrasi keahlian Teknik Pemesinan (TPm) SMK SORE Tulungagung mencakup penguasaan manufaktur presisi berbasis mesin konvensional maupun komputer (Computer Numerical Control / CNC), perancangan CAD/CAM, serta inspeksi metrologi industri:
Gambar Teknik Manufaktur & CAD
- Penerapan aturan proyeksi piktorial dan ortogonal, standar garis, ukuran, toleransi linier, serta toleransi geometri sesuai standar ISO.
- Pembuatan gambar detail komponen tunggal (detail drawing) dan gambar rakitan (assembly drawing).
- emodelan 2D dan 3D mekanik menggunakan perangkat lunak Computer-Aided Design (seperti Autodesk Inventor atau SolidWorks).
Teknik Pemesinan Bubut Konvensional (Turning)
- Parameter pemotongan mesin bubut: kecepatan potong ( Cs ), putaran spindel ( n ), kecepatan pemakanan ( f ), serta jenis dan sudut asah pahat potong (HSS dan sisipan karbida).
- Pengerjaan bubut muka (facing), silindris rata, bertingkat, tirus/konis, pembuatan alur, pengeboran pada mesin bubut, serta pembesaran lubang (boring).
- Pembuatan profil ulir standar metrik dan whitworth, baik ulir luar (baut) maupun ulir dalam (mur).
Teknik Pemesinan Frais Konvensional (Milling)
- Pemasangan ragum presisi, penyejajaran dial indikator, serta pemilihan pisau frais (end mill, face mill, slot drill, dan side and face cutter).
- Pengefraisan bidang rata mendatar, tegak, menyudut/miring, pembuatan alur pasak, serta celah T (T-slot).
- Pemanfaatan kepala pembagi (dividing head) untuk pembuatan roda gigi lurus (spur gear), roda gigi heliks, roda gigi payung (bevel gear), dan segi banyak beraturan.
Teknik Pemesinan Gerinda Datar dan Silindris (Grinding)
- Karakteristik dan pemilihan batu gerinda berdasarkan struktur butiran, kekerasan, dan jenis perekat (bond), serta teknik perataan dan penajaman batu gerinda (truing & dressing).
- Pengoperasian mesin gerinda datar (surface grinding) untuk mencapai tingkat kerataan permukaan tinggi dan kehalusan mikro.
- Pengoperasian mesin gerinda silindris luar dan dalam (cylindrical grinding) untuk poros presisi dan lubang bantalan (bearing housing).
Teknik Pemesinan NC/CNC dan CAM
- Prinsip kerja mesin perkakas berbasis kontrol numerik komputer: CNC Bubut (Lathe/Turning) dan CNC Frais (Milling/Machining Center).
- Pemrograman manual menggunakan kode G (G-code) dan kode M (M-code), penetapan titik nol benda kerja (zero offset/work coordinate), dan koreksi pahat (tool compensation).
- Pemrograman otomatis terintegrasi menggunakan perangkat lunak CAM (Computer-Aided Manufacturing) untuk mengubah model 3D menjadi lintasan pahat (toolpath) kompleks.
- Pengoperasian panel pengendali mesin CNC (seperti Fanuc, Siemens, atau GSK) serta simulasi pemotongan untuk mencegah tabrakan pahat (dry run).
Metrologi Industri dan Pengujian Kualitas (Quality Control)
- Penggunaan alat ukur presisi mekanik dan digital: jangka sorong (vernier caliper ketelitian 0,02 mm dan 0,05 mm), mikrometer luar/dalam/kedalaman (ketelitian 0,01 mm dan 0,001 mm), dial indicator, dan bore gauge.
- Pengukuran sudut dan profil dengan busur bilah (bevel protractor) serta pengukur ulir (thread pitch gauge).
- Pengenalan alat inspeksi modern seperti profile projector dan mesin pengukur koordinat (CMM/Coordinate Measuring Machine).
Kerja Bangku dan Perkakas Tangan (Bench Work)
- Keterampilan dasar mengikir bidang rata dan siku, menggergaji manual, menitik, melukis benda kerja, mengebor (drilling), reaming, dan countersink.
- Pembuatan ulir manual menggunakan tap (ulir dalam) dan sney (ulir luar).
Perlakuan Panas dan Material Teknik (Heat Treatment)
- Karakteristik logam fero (baja karbon, baja paduan, besi tuang) dan non-fero (aluminium, tembaga, kuningan).
- Pengenalan proses pengerasan (hardening), pendinginan cepat (quenching), dan penormalan struktur (tempering/annealing) untuk meningkatkan ketahanan aus material cetakan (mould/dies) atau poros mesin.
K3LH dan Budaya Industri (5R/5S)
- Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bengkel mesin: kacamata keselamatan (safety glasses), sepatu keselamatan berujung baja (steel-toe boots), dan pakaian kerja (wearpack), serta larangan mengenakan sarung tangan longgar di sekitar mesin berputar.
- Penerapan budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dan manajemen pembuangan limbah sisa pendingin (coolant) serta tatal/gram besi.